Sejarah Singkat Seni Bela Diri TaeKwonDo

Sejarah Singkat Seni Bela Diri TaeKwonDo
25 Agu

Seni Bela Diri TaeKwonDo – Tae kwon-do adalah salah satu cabang seni olahraga bela diri yang berasal dari Korea Selatan.

Makna dari Taekwondo mempunyai arti adalah :

Tae = kaki

Kwon = pukulan dengan tangan/tinju

Do = sistem/sistem/seni

Arti kesuluruhan Taekwondo adalah : seni beladiri yang memakai kaki dan tangan sebagai senjata beladiri untuk menaklukan lawannya.

Seni Bela Diri TaeKwonDo – Berdasarkan sejarah Tae kwon-do berkembang sejak tahun 37M. Pada masa dinasti Kogooryo di Korea. Masyarakat menyebutnya dengan nama berbeda, adalah Subak, Taekkyon, taeyon. Tae kwon-do tak jarang kali diwujudkan pertunjukan acara ritual yang dikerjakan oleh bangsa Korea, bela diri Tae kwon-do menjadi senjata bela diri andalan para berjiwa besar. Sejarah panjang Korea pada dinasti Chosun kuno, kerajaan Shila, dan dinasti Koryo pada masa kejayaannya.

Pada saat Korea merdeka pada tahun 1945 rakyat Korea berupaya memaksimalkan Taekwondo yang adalah seni bela diri tradisional Korea, sehingga Taekwondo diterima dan berkembang pesat diseluruh dunia.

Seni Bela Diri TaeKwonDo – WTF adalah suatu badan Federasi Taekwondo Dunia yang resmi berdiri pada tanggal 28 Mei 1973 sebagai Presiden adalah Kim Un Yong bermarkas di Kukkiwon (Seoul) Korea Selatan. WTF program resmi pertahanan nasional kalangan Polisi dan tentara. WTF beranggotakan lebih dari 186 negara

Kejuaraan Dunia pertama kali diadakan oleh WTF pada tanggal 25-27 Mei 1973 di Seoul dicontoh oleh 18 Negara.

Tae kwon-do aliran WTF berkembang di Indonesia pada tahun 1975 yang membawa aliran ini adalah Mauritsz Dominggus yang datang ke Indonesia pada tahun 1972 di Tanjung Priok, Jakarta Utara

Pada saat itu Tae kwon-do di Indonesia belum berkembang karena Bela Diri karate lebih dahulu hadir di Indonesia seperti aliran Karate Shindoka beberapa pelatih diantaranya : Simon Kaihena – Jopi Yan Rainong – Hady Sugianto – William Giritz – Sukanda – Hasan Johan – Hendry Sanuri (Alm) – Drs. Rosid M. Siregar (Alm) – Mujiman (Alm) dan Harry Tomotala(Perguruan Karate PERKINO). Mereka hal yang demikian bergabung dengan Mauritsz Dominggus berasal dari Ambon yang adalah pemegang sabuk hitam Taekwondo yang belajar di Belanda dan menyusun perguruan dengan nama KATAEDO. Gabungan kata karate dan Tae kwon-do.

Seni Bela Diri TaeKwonDo – Pada tanggal 15 Juli 1974 atas anjuran Prof. Kim Ki Ha (Ketua Asosiasi Korea di Indonesia) KATAEDO di ganti nama Institut Tae kwon-do Indonesia (INTIDO). Pada saat itu Prof.Kim Ki Ha sebagai penasehat INTIDO dan atas anjuran beliaulah INTIDO dipertemukan dengan Duta Mantan Korea Selatan dan beliau diutus ke Korea Selatan mengikuti sidang umum II WTF pada tanggal 27 Agustus 1975. Dan Prof.Kim Ki Ha memperjuangkan INTIDO untuk dapat diterima sebagai anggota WTF dan prasyarat WTF supaya INTIDO dirubah menjadi Federasi Taekwondo Indonesia (FTI) sebagai ketua umum Marsekal Muda (TNI) Sugiri.

Pada tanggal 17 juni 1976 FTI resmi menjadi anggota WTF ditandatangani oleh presiden WTF Kim Un Yong.

Pada tahun 1976 Indonesia mendatangkan pelatih dari Korea Selatan dalam rangka program peningkatan kwalitas dan prestasi Tae kwon-do Indonesia bernama Kim yeong Tae Dan V. Pusat juara kelas berat.

Seiring dengan berkembangnya Taekwondo di Indonesia ada 2 organisasi Taekwondo adalah FTI (Federasi Taekwondo Indonesia) yang dipimpin oleh Marsekal Muda Sugiri dan PTI(Persatuan Taekwondo Indonesia) dipimpin oleh Leo Lapulisa.

FTI dan PTI pada tanggal 28 Maret 1981 menggelar sebuah pertemuan yang bertajuk MUSYARAH NASIONAL I, demi kemajuan Tae kwon-do Indonesia. MUNAS I hal yang demikian melahirkan kesepakatan bersama untuk menyatukan kedua Organisasi hal yang demikian ke dalam sebuah Organisasi Taekwondo yang sekarang kita ketahui Pengurus Mantan Taekwondo Indonesia(PBTI) yang diakui oleh WTF dan KONI, sebagai ketua umumnya Bapak Sarwo Edhie Wibowo dengan pelindung langsung dari ketua KONI Bapak Surono.

 

Pada tanggal 17 – 18 September 1984 sebagai Ketua umum Munas :

Ke – I : 1984 – 1988 Bapak Letjen TNI AD (Purn.) Sarwo Eddie Wibowo

Ke – II : 1988 – 1933 Bapak Letjen TNI AD (Purn.) Soeweno

Ke – III : 1993 – 1997 Bapak Letjen TNI Harsudiyono Hartas

Ke – IV : 1997 – 2001 Bapak Letjen TNI Mar Suharto

2001 – 2006

Ke – V : 2006 – 2010Bapak Letjen TNI Erwin Sudjono

 

Tae Kwon-do sebagai cabang olah raga resmi di ajang PON Ke XI tahun 1985 diselenggarakan di Jakarta

Tae kwon-do dilombakan di olimpiade tahun 1992 di Barcelona Spanyol sifatnya ekchibisi dan resminya sendiri pertama kalinya pada olimpiade di Atlanta AS tahun 1996.