Jenis Bela Diri Yang Dikuasai Oleh Tentara Nasional Indonesia

Jenis Bela Diri Yang Dikuasai Oleh Tentara Nasional Indonesia
30 Agu

Jenis Bela Diri – Kecakapan bela diri termasuk menjadi salah satu persyarat utama seorang prajurit TNI. Dalam kondisi tertentu, seorang member TNI mesti mengaplikasikan kemahiran bela dirinya untuk melumpuhkan lawan. Nah, macam bela diri apa saja yang mesti dikuasai prajurit TNI?

Lazimnya, tiap-tiap-tiap-tiap member TNI merajai bela diri yang cocok dengan matranya. Tetapi ada juga macam bela diri yang menjadi ‘bekal’ bersama segala member TNI. Sebagaimana dikenal, kemampuan bela diri TNI membuat kagum dunia dan menerima pengakuan dari sejumlah pasukan elite dari negara lain.

Berikut jenis bela diri yang dikuasai tentara Indonesia yang kami rangkum dari berjenis-macam sumber:

1. Merpati Putih

Sebagian pasukan khusus yang mengaplikasikan Merpati Putih sebagai salah satu jenis bela diri yang mesti dikuasai. Pasukan elite seperti Marinir, Kopaska AL, Paskhas AU dan Brimob berlatih silat Merpati Putih sebagai bekal dalam menghadapi kondisi terdesak di medan tempur serta latihan.

Merpati Putih mengajari daya dalam yang berasal dari dalam tubuh sendiri. Dengan mengaplikasikan teknik olah nafas, para pengguna beladiri ini dapat mengeluarkan kemampuan jasmaniah diatas manusia normal.

Merpati putih dipastikan yakni seni bela diri orisinil warisan dari nenek moyang bangsa Indonesia. Jenis bela diri ini tadinya hanya dididik pada keluarga keraton yang diwariskan secara turun temurun kepada generasi selanjutnya. Tetapi sekarang atas wasiat dari sang guru, ilmu bela diri Merpati Putih dapat disebar luaskan agar dapat berkhasiat bagi negara.

2. Tarung Drajat

Tarung Drajat termasuk jenis bela diri yang Indonesia Banget, alasannya bela diri yang masuk kelompok boxing ini pendirinya yakni orang Indonesia yakni Ahmad Drajat. Makanya disebut AA Boxer.

Para prajurit TNI dari kesatuan Kostrad dan Kopassus pernah dilatih langsung Ahmad Drajat. Kemudian dari Polri lebih-lebih kesatuan Brimob menghasilkan Tarung Drajad sebagai bela diri mesti.

Pelatihan Tarung Drajat lebih disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Makanya tidak heran latihan Tarung Drajat benar-benar keras seperti menahan pukulan sampai dengan memecahkan batako dengan kepala.

3. Kung Fu

Pasukan elite TNI seperti Kopassus menerima latihan bela diri Kung Fu secara intens. Bela diri Kung Fu berkhasiat untuk kondisi duel tangan kosong. Dalam kondisi tertentu para prajurit TNI dengan modal daya bela diri Kung Fu, para prajurit TNI dapat melumpuhkan lawannya dengan pukulan serta jurus-jurus mematikan.

Bela diri Kung Fu cocok dengan kedisiplinan yang dimiliki para member TNI. Apalagi dengan ketangkasan dan kelincahannya, prajurit TNI dengan mudah mengaplikasikan Kung Fu dalam kondisi terdesak.

Sebagaimana dikenal, Kung Fu pertama kali disajikan kepada TNI oleh seorang pendekar bernama Efendi. Bela diri yang berasal dari kuil Shaolin Tiongkok itu sekarang menjadi salah satu bela diri mesti pasukan elite tentara Indonesia.

4. Karate

Karate diaplikasikan oleh TNI sebab mempunyai falsafah hidup yang cocok dengan poin-poin pada kesatuan TNI. Spirit poin karate diantaranya yakni kejujuran (Gi), keberanian (Yuu), sopan santun (Rei), berjiwa positif (Seishin) dan mempunyai semangat tinggi (Seiki). Selain itu, dengan berlatih karate dapat meningkatkan kemampuan jasmaniah dan mental yang berkhasiat untuk membela negara.

Untuk berlatih karate dengan maksimal, Kopassus mendatangkan pelatih langsung dari Jepang. Dipilih orang yang benar-benar ahli dalam Karate dari Jepang untuk melatih Kopassus. Sebagai satuan elit, tentunya Kopassus sudah mempunyai basic ilmu beladiri, salah satunya yakni Silat.

Seperti yang pernah dicatat dalam dokumentasi TNI, ada seorang member Kopassus yang lumayan familiar sebagai guru silat yakni Haji Umar. Kemudian haji Umar beradu tanding dengan guru ahli karate dari Jepang, melainkan hanya dalam sebagian jurus, guru karate dari Jepang terkapar knock out disikat haji Umar.

5. Yong Moo Do

Bela diri Yong Moo Do dididik kepada prajurit TNI sejak tahun 2008. Kemudian bela diri Yong Moo Do menjadi salah satu ilmu baku pukul mesti bagi member TNI Angkatan Darat.

Pada tiap-tiap-tiap-tiap ulang tahun TNI sejak HUT TNI ke-70, bela diri Yong Moo Do senantiasa jadi atraksi mesti yang didemonstrasikan prajurit TNI kepada masyarakat luas.

Sejatinya, bela diri Yong Moo Do dikembangkan oleh Yong in Univesity, Korea Selatan atas kerja sama dengan The Martial Research Institute. Bela diri ini yakni gabungan antara Judo, Taekwondo, Apkido dan Hon Sin Sul. Kata Yong berarti naga, dipercaya dapat membawa kemujuran, Moo berarti pertempuran dengan pertahanan jasmaniah dan mental. Meskipun Do berarti sistem hidup yang berisi filosofi belajar dari alam.

Yong Moo Do masuk ke Indonesia lebih-lebih prajurit TNI melewati kerja sama latihan militer antara Indonesia dan Korea Selatan.