Bela Diri Wing Chun, Bela Diri yang Ampuh Untuk Wanita

Bela Diri Wing Chun, Bela Diri yang Ampuh Untuk Wanita
26 Agu

Bela Diri Wing Chun – Yong Chun atau yang lebih dikenal dengan nama Wing Chun yang adalah logat Kanton adalah sebuah aliran beladiri yang dikategorikan ke dalam kelompok tinju karena sungguh-sungguh menitikberatkan pada serangan tangan atau kaki. Asal nama Wing Chun (seringkali juga disebut Wing Tsun, Ving Tsun, atau Yongchuan) menurut sebuah adat istiadat lisan yang terkenal adalah penghormatan terhadap murid pertama dari aliran beladiri ini adalah Yim Wing Chun, yang berarti “Musim Semi yang Cantik/Kekal”.

Bahkan kamu bisa memanfaatkan ilmu bela diri ini untuk menjaga konsentrasi ketika sedang bermain game slot online. Dengan begitu, kamu bisa fokus untuk memenangkan bonus jackpot saat main slot nantinya.

Umumnya, beladiri yang berasal dari Tiongkok dibagi menjadi beladiri eksternal yang menitikberatkan pada kekuatan otot dan beladiri internal yang menekankan pada pengaplikasian kekuatan dalam atau Qi/Chi. Wing Chun adalah komponen dari beladiri eksternal, walaupun beberapa orang menganggap Wing Chun juga mempunyai sisi internal. Beladiri ini lebih menekankan pengaplikasian tangan dibandingi kaki dan mengajari kuda-kuda yang kokh dan stabil, dan jarak bertarung yang lebih dekat. Oleh karena itu, Wing Chun dikenal karena gerakannya yang hemat, dan praktikalitas dalam pertarungan atau pertahanan diri (Green, 2001:781).

Bela Diri Wing Chun – Seperti kebanyakan beladiri lain. Sejarah permulaan bermulanya Wing Chun dikenal dari adat istiadat lisan atau cerita-cerita dibandingi dari dokumen-dokumen tertulis. Berdasarkan ini dikarenakan adat istiadat lisan memungkinkan untuk menimbulkan sisi kehebatan yang legendaris dari beladiri tersebut. Selain itu hal ini dapat juga disebabkan kerahasiaan dari sistem beladiri tersebut membuatnya susah untuk diteliti dan didokumentasikan bagus secara biasa ataupun seara ilmiah (Green, 2001:781).

Budaya lisan yang terkenal dari Wing Chun adalah bahwa Wing Chun diwujudkan oleh seorang Biksu wanita atau Bikuni Buddha bernama Wu Mei (Ng Mui) yang melarikan diri dari kuil Shaolin di Provinsi Hunan (atau menurut versi lain di Provinsi Fujian) ketika kuil tersebut dihancurkan dan dibakar pada abad ke-18 dalam sebuah serangan dari tentara Manchu dari Dinasti Qing (1644-1911) (Green,2001:781).

Bela Diri Wing Chun – Dalam pelariannya Wu Mei cemas karena dirinya akan semakin tua dan lemah, secara khusus lagi dia adalah seorang wanita. Wu Mei cemas dia tidak akan dapat melawan pasukan Dinasti Qing lagi, apalagi tentara Manchu mempunyai kecakapan beladiri Shaolin yang tinggi. Oleh karena itu Wu Mei berniat untuk menghasilkan sistem aliran beladiri baru yang dapat menaklukkan beladiri Shaolin yang diaplikasikan oleh tentara Manchu. Wu Mei menerima pandangan baru untuk sistem beladiri barunya sesudah menyaksikan pertarungan dari burung bangau melawan rubah atau dalam versi cerita yang lain burung bangau melawan ular (Green, 2001:781). Berdasarkan Leung Ting yang adalah salah satu master Wing Chun dan salah satu dari murid Grandmaster Ip Man Wu Mei bukan menyaksikan perkelahian antara dua hewan secara harfiah. Tetapi lebih masuk nalar seandainya sebetulnya Wu Mei menyaksikan pertarungan antara dua orang yang memakai jurus-jurus hewan, dan dalam kasus ini adalah Jurus Bangau dan Jurus Ular atau Jurus Bangau dan Jurus Rubah (Leung, 2003:38).

Setelah sukses menghasilkan sistem beladiri baru, Wu Mei tiba di Gunung Daliang untuk berkunjung ke sebuah desa yang berada di kaki gunung tersebut. Wu Mei bersahabat dengan Yim Yee yang adalah seorang pemilik toko di desa tersebut dan si kecilnya Yim Wing Chun. Wu Mei tahu bahwa mereka sedang diganggu oleh penguasa desa tersebut yang berharap menikahi Wing Chun tanpa persetujuan dari Wing Chun dan ayahnya. Wu Mei malahan menolong Wing Chun dengan membawanya ke daerah rahasia di Gunung Daliang dan melatihnya dengan sistem beladiri yang baru dia ciptakan, yang pada waktu itu belum dikasih nama. Selama satu sampai tiga tahun yang termasuk cepat untuk standar di masa itu, Wing Chun pulang ke rumah dan menantang orang yang mengganggunya dan memenangkan pertarungan tersebut (Green, 2001: 782)
Setelah sukses mengusir pengganggu tersebut, Wing Chun menikah dengan Leung Bok Chau yang juga seorang praktisi beladiri. Pada suatu waktu, Leung Bok Chau menantangnya untuk berlatih, dan Wing Chun sukses menaklukkan suaminya. Oleh karena rasa hormatnya terhadap kehebatan istrinya, karenanya sistem beladiri yang diaplikasikan istrinya malahan dikasih nama Wing Chun. Padahal sistem beladiri ini sungguh-sungguh rahasia, namun sistem ini tetap diajarkan terhadap beberapa orang. Pada jangka waktu ini Wing Chun terus berkembang. Pada awalnya, Wing Chun yang diwujudkan oleh Wu Mei hanya mempunyai teknik tangan dan kaki, lalu ditambahkan teknik senjata seperti tongkat panjang (Luk Dim Boon Gwan) dan sepasang pedang (Bart Cham Dao) (Green, 2001: 782)

Bela Diri Wing Chun – Sebuah teori yang menarik dikemukakan oleh Karl Godwin mengenai asal mula Wing Chun. Karl berteori bahwa Wing Chun diberi pengaruh oleh tinju tangan kosong yang berasal dari Barat ketika disampaikan ke Tiongkok komponen selatan. Berdasarkan ini ternyata dari kesamaan teknik Tinju Amerika dan Eropa pada abad ke-19 dengan Wing Chun, kecuali itu adanya bukti sejarah bahwa pernah terjadi kegiatan perdagangan Eropa di kawasan Tiongkok komponen selatan. Berdasarkan Godwin lagi, Tinju Barat dimodifikasi dengan adanya penambahan Tui Shou dari Taijiquan (Tai Chi Ch’uan, yang adalah beladiri internal yang paling banyak dipelajari) untuk menyusun sistem latihan Wing Chun yang unik, adalah Chi Shou yang berarti “Tangan Hingga” (Green, 2001:783).

Beladiri ini terus diwariskan dari Grandmaster terhadap muridnya. Tidak walhasil Ip Man atau Ye Wen (1893-1972) mempelajari Wing Chun dari Chan Wah Shun dan ketika berumur 16 tahun ketika sedang meneruskan studinya di Hong Kong, Ip Man belajar di bawah asuhan Leung Bik sampai Ip Man pulang ke Foshan pada usia 24 tahun dan menetap di sana sampai akhir Perang Dunia ke-2. Pertengahan tahun 1950-an Ip Man mengajari penggiat seni pria beladiri terkenal, Bruce Lee (1940-1973). Bruce Lee yang adalah seorang penggiat seni pria yang pada masa itu sungguh-sungguh terkenal membikin Wing Chun dikenal di semua dunia. Tahun 1960-an, Bruce Lee menghasilkan sistem beladiri baru yang mempunyai akar prinsip dari Wing Chun, adalah Jeet Kune Do. Tetapi seperti beladiri lain, Wing Chun tidak memperlihatkan pertanda-pertanda bahwa beladiri ini akan bergeser menjadi “sekadar” olahraga. Gerakan-gerakan Wing Chun yang sederhana dan “tidak menawan” membikin orang-orang lebih beratensi terhadap beladiri lain yang lebih akrobatis. Tetapi sebagai beladiri praktis, tren Wing Chun tetap tidak dapat dikalahkan (Green, 2001: 785).

Pada masa kini, jumlah melanggar undang-undang terhadap wanita terus meningkat. Macam dari laman sah Komnas Perempuan, tahun 2016 ada sebanyak 259.150 kasus melanggar undang-undang terhadap wanita yang dilaporkan dan telah ditangan. Pada ranah golongan sosial, kekerasan terhadap wanita dilaporkan terjadi sebanyak 3.029 kasus atau 22% dari sempurna kasus yang dilaporkan. Dari jumlah 22% tersebut, 74%-nya adalah kasus kekerasan seksual sebanyak 2.290 kasus, dicontoh dengan kekerasan fisik dengan jumlah 490 kasus atau 16% dan kekerasan lain di bawah 10%; adalah kekerasan psikis 83 kasus atau 3%, kekerasan terhadap buruh migran sebanyak 90 kasus atau 3% dan trafficking sebanyak 139 kasus atau 4%. Tetapi kekerasan yang paling banyak pada kekerasan seksual di ranah golongan sosial adalah perkosaan sebanyak 1.036 kasus dan pencabulan sebanyak 838 kasus.

Bela Diri Wing Chun – Jumlah tersebut tentu bukanlah jumlah yang sedikit. Oleh karena itu dinikmati perlu bagi kaum wanita untuk mempelajari sistem untuk mempertahankan diri, salah satunya dengan belajar beladiri, apa saja alirannya. Memang, dengan mempelajari beladiri bukan berarti kalian para wanita akan terbebas dari melanggar undang-undang. Tetapi, setidaknya kalian akan dapat mempertahankan diri ketika bahaya datang, atau paling tidak kalian mempunyai kekuatan dan stamina yang cukup untuk berlari dari orang-orang yang berniat jahat. Wing Chun sendiri karena diwujudkan oleh perempuan, karenanya sangatlah pantas seandainya diaplikasikan oleh perempuan, kecuali itu gerakannya yang praktis akan sungguh-sungguh berguna seandainya diaplikasikan sebagai alat pertahanan diri di trek. Pepatah mengatakan “Lebih bagus mencegah daripada mengobati”, dengan mempelajari beladiri berarti kalian telah selangkah lebih maju untuk mencegah niat-niat jahat datang terhadap kalian sekalian mengobati seandainya niat jahat tersebut tetap datang. Oleh karena itu, tetaplah motivasi dalam belajar beladiri, karena pasti akan membosankan, namun walhasil dapat kalian rasakan nanti.