BELA DIRI PENCAK SILAT, BELA DIRI ASLI ASAL BUMI PERTIWI

BELA DIRI PENCAK SILAT, BELA DIRI ASLI ASAL BUMI PERTIWI
27 Agu

Bela diri pencak silat atau silat adalah suatu seni bela diri yang berasal dari Asia Tenggara. Seni bela diri ini secara luas diketahui di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura, Filipina selatan, dan Thailand selatan cocok dengan penyebaran suku bangsa Melayu nusantara. Berkat peranan para pelatih asal Indonesia, ketika ini Vietnam juga sudah memiliki pesilat-pesilat yang tangguh.Induk organisasi pencak silat di Indonesia adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Organisasi yang mewadahi federasi-federasi pencak silat di berjenis-macam negara adalah Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa (Persilat), yang disusun oleh Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam.

SEJARAH
Silat diperkirakan menyebar di kepulauan nusantara semenjak abad ke-7 masehi, akan tapi asal awalnya belum bisa dipastikan. Asal mula ilmu bela diri di nusantara ini kemungkinan berkembang dari keterampilan suku-suku orisinil Indonesia dalam berburu dan berperang dengan menerapkan parang, perisai, dan tombak, contohnya seperti dalam adat istiadat suku Nias yang hingga abad ke-20 relatif tidak tersentuh imbas luar.Istiadat silat diwariskan secara lisan dan menyebar dari mulut ke mulut, dididik dari guru ke murid, sehingga catatan tertulis mengenai asal mula silat susah ditemukan. Sejarah silat dikisahkan lewat legenda yang berjenis-macam dari satu tempat ke tempat lain. Legenda Minangkabau, silat (bahasa Minangkabau: silek) diwujudkan oleh Datuk Suri Diraja dari Pariangan, Tanah Datar di kaki Gunung Marapipada abad ke-11.Kemudian silek dibawa dan dimaksimalkan oleh para perantau Minang ke seluruh Asia Tenggara. Demikian pula cerita rakyat mengenai asal mula silat aliran Cimande, yang mengisahkan seorang perempuan yang meniru gerakan pertarungan antara harimau dan simpanse. Tiap-tiap-setiap tempat umumnya memiliki tokoh persilatan (pendekar) yang dibanggakan, contohnya Si Pitung, Hang Tuah, dan Gajah Mada

Peneliti silat Donald F. Draeger berpendapat bahwa bukti adanya seni bela diri bisa diperhatikan dari berjenis-macam artefak senjata yang ditemukan dari masa klasik (Hindu-Budha) serta pada pahatan relief-relief yang berisikan sikap-sikap kuda-kuda silat di candi Prambanan dan Borobudur.Dalam bukunya, Draeger menuliskan bahwa senjata dan seni beladiri silat adalah tidak terpisahkan, bukan hanya dalam olah tubuh saja, tapi juga pada hubungan spiritual yang berhubungan erat dengan kebudayaan Indonesia. Sementara itu Sheikh Shamsuddin (2005) berpendapat bahwa terdapat imbas ilmu beladiri dari Cina dan India dalam silat. Hal ini karena semenjak permulaan kebudayaan Melayu sudah mendapatkan imbas dari kebudayaan yang dibawa oleh pedagang maupun perantau dari India, Cina, dan mancanegara lainnya. Perkembangan silat secara historis mulai tercatat ketika penyebarannya banyak diberi pengaruh oleh kaum penyebar agama pada abad ke-14 di nusantara. Kala itu pencak silat dididik bersama-sama dengan pelajaran agama di surau atau pesantren. Silat menjadi bagian dari latihan spiritual. Silat lalu berkembang dari ilmu beladiri dan seni tari rakyat, menjadi bagian dari pendidikan bela negara untuk menghadapi penjajah asing.

Silat ketika ini sudah diakui sebagai adat istiadat suku Melayu dalam pengertian yang luas adalah para penduduk tempat pesisir pulau Sumatera dan Semenanjung Malaka, serta berjenis-macam kategori etnik lainnya yang menerapkan lingua franca bahasa Melayu di berjenis-macam tempat di Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan pulau-pulau lain-lainnya yang juga mengembangkan beladiri ini. Sebagian organisasi silat nasional antara lain adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Indonesia, Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia (PESAKA) di Malaysia, Persekutuan Silat Singapore (PERSIS) di Singapura, dan Persekutuan Silat Brunei Darussalam (PERSIB) di Brunei. Sudah tumbuh pula puluhan perguruan-perguruan silat di Amerika Serikat dan Eropa. Silat kini sudah secara sah masuk sebagai cabang olah raga dalam pertandingan internasional, lebih-lebih dilombakan dalam SEA Games.

PENCAK SILAT DI DUNIA
Bela diri pencak silat sudah berkembang kencang selama abad ke-20 dan sudah menjadi olah raga persaingan di bawah penguasaan dan hukum Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa, atau The International Pencak Silat Federation). Bela diri pencak silat sedang dipromosikan oleh Persilat di sebagian negara di seluruh 5 benua, dengan tujuan membuat pencak silat menjadi olahraga Olimpiade. Persilat mempromosikan Pencak Silat sebagai persaingan olah raga internasional. Cuma member yang diakui Persilat yang diperkenankan berpartisipasi pada persaingan internasional.Sekarang, sebagian federasi pencak silat nasional Eropa bersama dengan Persilat sudah mendirikan Federasi Pencak Silat Eropa. Pada 1986 Kejuaraan Dunia Pencak Silat pertama di luar Asia, mengambil tempat di Wina, Austria.

Pada tahun 2002 Pencak Silat dikasih tahu sebagai bagian program pertunjukan di Asian Games di Busan, Korea Selatan untuk pertama kalinya. Kejuaraan Dunia terakhir adalah pada 2002 mengambil tempat di Penang, Malaysia pada Desember 2002.Kecuali dari upaya Persilat yang membuat bela diri pencak silat sebagai pertandingan olahraga, masih ada banyak aliran-aliran tua tradisional yang mengembangkan pencak silat dengan nama Silek dan Silat di berjenis-macam belahan dunia. Diperkirakan ada ratusan aliran (gaya) dan ribuan perguruan.