Sejarah dan Perkembangan Seni Bela Diri Kung Fu

Sejarah dan Perkembangan Seni Bela Diri Kung Fu
24 Agu

Bela Diri Kung Fu – Kung Fu adalah suatu seni beladiri dengan teknik pertahanan diri dan penyerangan atas lawan yang unik dari negeri Tiongkok.

Asal mula dan sejarah kung fu pada lazimnya bisa ditelusuri beribu-ribu tahun yang lalu di negeri Tiongkok dipraktekkan secara rahasia yang selanjutnya meluas dan merata ke daerah-daerah Timur dalam format dan macam yang pelbagai-macam gerak tekniknya. Catatan-catatan tertulis perihal perkembangannya boleh dikata sudah tidak ada. Namun demikian, teori-teori lazimnya mengungkapkan bahwa Kung Fu awal mula berasal dari Pendeta Budha yang pertama-tama menerapkan teknik mempertahankan diri dari bahaya dari dalam diri maupun dari luar berupa ganasnya alam adalah cuaca, binatang buas dan serangan orang jahat dalam menyiarkan ajaran agamanya.

Berawal dari P’u-t’i Tamo (Bodhi Dharma), seorang pendeta Budha bangsa India yang datang ke Tiongkok sekitar tahun 505 – 556 AD. P’u-t’i Tamo menetap di kuil Siauw Liem, mengoptimalkan ajaran Buddha Ch’an (Zen). Menciptakan Pat Sian Kun terdiri dari delapan kemudian dimaksimalkan sehingga menjadi Jurus 12 Jurus yang disebut Tat Mo Kun. Perubahan Otot-otot secara klasik (Yit Kin Keng) oleh Tatmo Cousu. Jurus Cangcorang dibuat oleh Wang Lang yang terdiri dari 33 gerakan.

Suatu hari beliau kelihatan kaget karena hampir sebagian besar para bhiksu kelihatan terkantuk-kantuk ketika mencontoh pembelajaran agama. Semenjak itu para bhiksu Siauw Liem diharuskan berlatih 18 jurus Senam Penyehat Tubuh yang dibawa dari India. Senam hal yang demikian dimaksudkan untuk menyehatkan tubuh para bhiksu, karena mereka wajib duduk berjam-jam memperdengarkan pembelajaran agama. Senam hal yang demikian terbukti di kemudian hari memberikan warna khusus pada ilmu silat Siauw Liem Sie.

Dengan berjalannya waktu, apalagi sepeninggal P’u-t’i Tamo, kedelapanbelas jurus senam penyehat tubuh hal yang demikian hampir saja hilang, disampingkan oleh para bhiksu. Untunglah, seorang muda pakar Kung Fu tangan kosong dan pedang versi daratan Tiongkok masuk menjadi bhiksu di kuil Siauw Liem. Beliau, yang kelak kemudian berjuluk Ciok Yen Shang Ren, dengan tekun dan sungguh-sungguh mulai merapikan ke-18 jurus hal yang demikian dan mencampurnya dengan ilmu Kung Fu-nya. Terciptalah ilmu yang baru, 72 jurus, yang dinamakan Shaolin Kung Fu, karena tercipta di kuil Siauw Liem.

Bela Diri Kung Fu – Untuk mencari pendekar pakar Kung Fu yang bisa menyempurnakan ilmunya, beliau mengembara. Saat berada di kota Lancow, beliau memandang seorang tua dihadang oleh seorang penjahat yang bertubuh kekar. Anehnya, ketika penjahat itu melancarkan serangan, hanya dengan ketukan jari tangan yang tampaknya dikerjakan dengan ringan membikin penjahat itu jatuh pingsan. Beliau memperkenalkan diri dan secara jujur menyebutkan tujuan pengembaraannya. Terbukti orang tua itu adalah pendekar Kim Na Jiu (Jujitsu versi Kung Fu). Orang tua itu hanya menyebut nama marganya, Lie. Dengan perantaraan orang tua itu, beliau bisa berkenalan dengan pendekar Pai Ie Fung, pendekar tanpa tanding dari propinsi Shansi, Henan dan Hopei.

Ketulusan hati Ciok Yen Shang Ren bisa mengetuk hati kedua pendekar hal yang demikian, sehingga mereka ingin tinggal di kuil Siauw Liem untuk menyusun suatu ilmu baru berdasar ke-18 jurus Senam Penyehat Tubuh warisan Tatmo Cou Su, ditambah ke-72 jurus Kung Fu Ciok Yen Shang Ren, dan digabungkan dengan ilmu kedua pendekar itu sendiri.

Ia, alhasil tercipta 182 jurus Shaolin Kung Fu yang bisa dibagi dalam lima macam permainan Kung Fu: Jurus Naga, jurus harimau, Jurus Macan Tutul, Jurus Ular dan Jurus Bangau.

Bela Diri Kung Fu – Ada suatu cerita tradisional (legenda) perihal Pendeta Budha yang bernama Dharma yang berdasarkan cerita hal yang demikian Pendeta Dharma berasal dari suku Brahmana di sebelah selatan India. Pada suatu ketika, Pendeta Dharma pergi ke daratan Tiongkok kira-kira tahun 500 AD dan alhasil tiba di daerah Liang. Di Ibukota Ching-Kang, dia memberikan pembelajaran dan latihan-latihan pembelaan diri disamping pembelajaran agama. Penguasa kerajaan setempat tertarik untuk belajar terpenting pembelajaran agama dan ingin menyebarkan ajaran-ajaran Budha keseluruh daerah taklukan.

Pendeta Dharma selanjutnya meninggalkan daerah Liang dan menyeberangi sungai Yangtze menuju bagian utara Tiongkok dan tiba di negeri Wei dan menyendiri serta membangun sebuah Kuil yang kemudian disebut Kuil Siaw Liem (Siaw Liem Sie) di Shung-shan, propinsi Howan. Ia berdiam diri menyendiri (bertapa) selama waktu sembilan tahun sambil melaksanakan zen (meditasi) dengan metode duduk di atas sebuah batu karang yang besar. Pada ketika itulah Pendeta Dharma menemukan rahasia-rahasia lahiriah. Ia mengutarakan kepada murid-muridnya antara lain “semangat dan lahiriah wajib bersatu”, dan hal ini menjadi dasar dari kung fu.

Bela Diri Kung Fu – Demikianlah kung fu mulai dipraktekkan oleh biarawan dan Imam-imam Tao Kinisha-Siaw Liem di propinsi Howan yang adalah jantung daratan Tiongkok. Dalam biara Siaw Liem, murid-murid digembleng dengan metode melatih kung fu dan mempelajari seninya perihal relasi aspek-aspek mental dan lahiriah. Kung fu bagi mereka bukan hanya adalah suatu pengetahuan teknik membela diri melainkan juga adalah suatu filsafat hidup. Kung fu mengandung pandangan baru-pandangan baru bagaimana memberi perlawanan yang mencelakakan lawan, melekuk-lekuk secara gampang dan ringan, meloncat dengan segala metode serta mengambil manfaat/profit dari kekeliruan pembelajaran dalam format kehidupan.
Berkat ketekunan para murid Siaw Liem, kemampuan dan kemantapan serta keahlian mendidik para Imam Tao maka dalam Kuil Siaw Liem sudah terbentuk Pendekar-pendekar yang kuat dan berdisiplin dalam keahlian membela diri dengan metode kung fu.
Namun dalam tahun 575 AD tentara kekaisaran menyerbu dan menghancurkan Kuil Siaw Liem serta membunuh sebagian biarawan dan Imam dengan tuduhan terdapat indikasi memberontak dan melawan kaisar.
Kungfu adalah istilah yang kita kenal sekarang adalah istilah yang populer di tahun 1930 an. dalam sejarah Chinese Martial Arts, kungfu memiliki lebih dari 40 nama tergantung pada dinasti yang menaunginya.
Wu Yi (Tehnik bela diri) sudah lebih tua dari peradaban. selama ada manusia di dunia, pasti ada perkelahian. dalam celah-celah inilah Wu Yi berkembang. Setelah itu, tujuan untuk mengoptimalkan diri, dan meraih harmonisasi eksternal dan internal juga menjadi tujuan orang mempelajari Wu Yi.
Istilah Wushu yang dipopulerkan kembali oleh pemerintah China diketahui semenjak abad ketiga hingga keenam masehi. istilah yang paling populer dari abad ketiga SM hingga abad ke 19 M adalah Wu Yi. Wu adalah teknik bela diri dan Yi adalah seni. dalam susunan semantik, kata wu yi lebih pas daripada wu shu.

Pada 7000 tahun yang lalu, bangsa China prasejarah sudah menemukan pelbagai macam alat untuk membela diri bagus kepada sesamanya, suku lain, maupun dengan binatang. senjata-senjata yang berkembang antara lain tombak, pedang, golok, dan sebagainya. pada masa tentram, teknik mereka digunakan untuk tarian bela diri seperti tarian pedang.

Pada masa dinasti Hsia dan Shang (2000-1030 SM) sudah ditemukan senjata tembaga dan kuningan, dan banyak terdapat inovasi arkeologi berupa teknik bela diri yang dipahat di cangkang kura-kura.
Pada dinasti Zhou (1030-480 SM) beladiri dinamakan Quan Yong dan Shou Po ( 手搏) , dan pada jaman inilah lahir prinsip dan filosofi Yin Sampai, Wu Xing, serta Pat Kua.

Pada jaman 3 kerajaan dan masa negara-negara berperang, diketahui Jiji dang xiang po. pertarungan diatas kuda dan teknik senjata berkembang pesan. pada jaman ini munculnya seni perang Sun Tzu.
Sebenarnya Shi Huang Ti mempersatukan China tahun 221-207 SM, dia memperkenalkan Shou Po dan Jue Di.

Pada jaman dinasti Han, istilah wu yi muncul dan sungguh-sungguh populer. pada jaman inilah diadakan pertandingan tinju dan gulat pertama di dunia.
Setelah pada alhasil Bodhidharma datang ke China dan melembagakan Kungfu sehingga muncul banyak aliran.
Jaman dinasti Tang, muncul Xiang Pu dan Jue Li yang adalah leluhur dari bela diri sumo.Pada jaman dinasti Song muncul Wu Yi dan Wu Ji. Pendiri Song juga diketahui sebagai pendiri aliran Tai Zu, yang adalah cikal bakal dari teknik Thai Boxing.

Jaman dinasti Yuan, dimana dinasti ini adalah penguasa dari luar China, sehingga melarang China mempraktekan bela diri, maka berkembanglah teknik tangan kosong. banyak juga pakar bela diri yang menaruh ilmu mereka dalam seni akrobat, drama, pertunjukkan, dan sebagainya, sehingga banyak bela diri yang berkembang menjadi seni pertunjukkan dan muncullah istilah tendangan sulaman, pukulan kembangan.melainkan gulat mongolia berkembang cepat. ada jaman ini seorang Jendral bermarga Chen berkelana ke Jepang dan mengajarkan kepada orang Jepang teknik yang bernama JuJutsu.

Pada jaman dinasti Ming muncul Wu Yi dan Quan Fa. pada jaman dinasti Ching, banyak terjadi pemberontakkan. Shaolin baru didirikan di selatan (Fu Jian), dan menjadi daerah berkumpul para kaum revolusioner. lalu dihancurkan pemerintah, sehingga banyak pendekar yang berkelana ke luar China.

Ada yang menarik dari jaman revolusi budaya. Karenanya dari jaman dinasti Manchuria, Kungfu sudah banyak yang dilarang, sehingga para masternya menyembunyikan kungfu ini kedalam opera (kerap kali disebut opera Shang Hai, karena Shang hai adalah pelabuhan familiar semenjak dulu), sehingga teknik wushu ini ada banyak mengandung teknik akrobat. teknik Tao Lu nya adalah Chang Quan (Kumpulan teknik utara), Nan Quan (Kumpulan teknik selatan) melainkan banyak juga yang terpengaruh utara, Tai Pek dan Chi (Campuran sebagian aliran seperti Sampai, Wu, Sun dan Hao–> didominasi gerakan Sampai Style), Golok tunggal, Pedang, Toya, dan Tombak.

Sejarah mencatat, setelah Sun Yat Sen meninggal, Chiang kai Sek, mantan perdana mentri Manchuria menjadi presiden kedua mewakili partai Guo Min Tang (Nasionalis), setelah republik China dipegang oleh Kung Chang Tang (Komunis) dipimpin Mao Ze Dong, melalui Long March tentara merahnya, Chiang beserta banyak pakar Kungfu hijrah ke Taiwan. Sebenarnya Mao Berkuasa mulailah revolusi budaya yang memakan korban ratusan juta pakar sastra, budayawan, pengusaha, hingga para pakar beladiri dan para biksu Shaolin.
Pada Zaman pemerintahan Guo Min Tang mendirikan Guo Shu. Jenjangnya semenjak ketika itu pula China berkembang macam seni beladiri sekarang diketahui dengan Wu Shu.

Semenjak hancurnya Kuil Siaw Liem Sie maka berkembang aliran-aliran kung fu sehingga dikelompokkan dalam 2 (dua) aliran, adalah sebagai berikut :

I. A l i r a n K e r a s
II. A l i r a n L e m b u t

I. Aliran Keras:
Aliran ini banyak berkembang di dan ke daerah Tiongkok bagian utara dan Mongolia, dengan cirri-ciri gerakan antara lain: serangan yang senantiasa ofensif dan agresif, padahal andalan atau keampuhannya adalah gerak kaki (tendangan), loncatan yang panjang dan cepat. Sifat dari aliran ini berfokus pada kecepatan dan koordinasi gerakan dan kekuatan lahiriah. Aliran ini lebih banyak menerapkan dan mengandalkan kekuatan luar atau kekuatan lahiriah.

II. Aliran Lembut:
Aliran ini banyak berkembang di daerah Tiongkok bagian Selatan dengan ciri-ciri gerakan antara lain pukulan senantiasa ringan dan lambat. Kekuatan pukulan yang tiba-tiba dituntun senantiasa ke mata, alat kelamin, ulu hati, dan bagian leher. Setelah yang menjadi andalan atau keampuhan gerakan adalah pukulan, menggaruk atau mencakar serta cekikan. Sifat dari aliran ini berfokus pada kelembutan, kesatuan antara “jiwa dan badan” dan kekuatan wajib diserasikan dengan gerak nafas. Aliran ini lebih banyak mengandalkan pada kekuatan “dalam” atau “batin”.

Bela Diri Kung Fu – Dari kedua aliran ini, pantas dengan perkembangannya sudah banyak mengkombinasikan aliran-aliran ini yang alhasil disebut “Aliran Nan Pe” atau disebut juga “ Aliran Utara Selatan”.
Nama Kung Fu sendiri dipopulerkan oleh almarhum Bruce Lee (Lee Siao Lung), ketika dia mengadakan show di universitasnya dan sukses menumbangkan sebagian pendekar dari aliran beladiri lain (Jepang). Siao Lung juga memenangkan kejuaraan karate se-amerika dan pada ketika memenangkan turnamen karate terbuka (segala beladiri boleh ikut serta serta) itu, dia meneriakan kata2, “Wo Shi Zhong Guo Ren”. setelah itu dia ditawarkan bermain film di Hollywood, lalu ke hongkong. pada ketika itu demam kungfu mulai mewabah ke segala dunia.

Seorang yang mempelajari Kungfu wajib ingat 3 hal, adalah;

Wen ( pengetahuan dan budaya)
Wu ( kedisplinan diri, latihan yang tekun, ambisi yang bulat)
Dao ( Keagamaan, Ketuhanan Sampai Maha Esa, ketenangan batin)

Dalam mempelajari ilmu beladiri Kung Fu, wajib memiliki landasan yang kokoh guna menjadi pendekar Kungfu sejati. Ia sendiri ada 3 adalah :

Tam (ambisi, keyakinan kepada diri sendiri, sahabat, Guru, dan Kungfu)
Lip (kekuatan, latihan yang berkesinambungan, latihan rutin bukan latihan keras)
Kungfu (teknik, dan sebagainya)

Ilmu beladiri Kungfu, mengetahui 3 macam kekuatan adalah :

Gwa Kang (Way Kung) –> kekuatan luar
Nay Kang (Nei Kung) –> Saat Dalam (Chi, Fa Jing, Fa Li, dan sebagainya)
Gin Kang –> Ringan badan

Berikut istilah yang digunakan dalam praktisi kungfu:
Jue Li Setelah Bertempur
Jue Di Gulat
Ji Ji Teknik beradu
Wu Ji Teknik Bela diri
Xiang Pu Pertarunagn menanduk
Xiang Po Pertarungan antara
Shou Po Tinju
Zuo Jiao Mencengkram dan melempar
Quan Fa Teknik pukulan
Quan Shu Seni Pukulan

Bela Diri Kung Fu – Sebenarnya Lee Siao Lung meninggal, dunia kehilangan tokoh Kungfunya, seniman film pria Jacky Chan (Chen Lung), ditawari Golden Harvest untuk bermain di sebagian film Kungfu dengan karakter Bruce Lee. Namun ditolak. (Jacky adalah Stuntmannya Bruce Lee). memilih karakter yang berlawanan dengan Bruce.

ini Pemerintahan Deng Xiao Bing yang menggantikan Mao Ze Dong tahun 1974, mulai mengembalikan lagi budaya yang dibabat habis oleh pasukan merah. salah satunya adalah Kungfu. maka ditunjuklah Maha Biksu Hai Teng, yang adalah pemimpin Biara Shaolin Utara di Henan, Shong Shan untuk mengumpulkan para pakar Kungfu yang tersisa dan sudah lama tidak berlatih dan dikumpulkan di Shaolin dan menciptakan teknik baru yang disebut Wushu. Wushu kemudian dilatihkan oleh para atlit terpenting atlit Beijing, dan dipopulerkan ke segala dunia.

Bela Diri Kung Fu – Sebenarnya itu diutuslah rombongan ke segala dunia untuk mempopulerkan Wushu. setelah itu dibuatlah film Shaolin Temple, sehingga banyak pemuda dari segala dunia datang ke Shaolin untuk belajar. hingga tahun 1990 an, bisa kita lihat banyak sekolah2 beladiri yang muncul di sekitar Shaolin dengan membawa nama Shaolin. hal ini membikin Shaolin menjadi kurang poin sejarahnya, sehingga pemerintah menutup segala martial arts school hal yang demikian.

Para pakar bela diri yang bergabung dengan Chiang Kay Sek menyusun Guo Shu (Beladiri Negara). Pada tahun 1990 an , pertemuan pertama Shaolin Selatan berlangsung di Quan Zhou, Fu Jian, dan disponsori oleh pemerintah, karena pertemuan itu dihadiri oleh banyak pendekar Kungfu sejagat dari segala penjuru dunia, acara berlangsung tiap-tiap bulan november dan ditayangkan di banyak stasiun di China. sehingga tahun 2008 Pemerintah, demi mengumpulkan budaya2 yang hilang membikin turnamen non Wushu adalah Turnamen Kungfu Tradisional yang pertama.